SELAMAT DATANG di Rumah Rakyat"PDP DKI Jakarta" Jl.Mampang Prapatan Raya No 2A, Mampang, Jakarta - Selatan. Merdeka..Merdeka..Pembaruan..Jaya..PDP..Menang..Bergerak Bersama Rakyat

Thursday, February 28, 2008

PDP Berada Di Urutan Ke 9 Dari Daftar Partai Politik Yang Menyerahkan Kelengkapan Ke DEPHUKHAM

DEPHUKHAM

DAFTAR PARTAI POLITIK
YANG MENYERAHKAN KELENGKAPAN PERSYARATAN
KE DEPARTEMEN HUKUM & HAM
Saat Penutupan Pendaftaran pada: 27 Februari 2008 pukul 24.00 WIB

1.PARTAI HATI NURANI RAKYAT, (HANURA), Jend. TNI (Purn) H. Wiranto, SH.
2.PARTAI BURUH, Dr. Muchtar Pakpahan, SH. M.A.
3.PNI MASSA MARHAEN, Tjahyo Samawi.
4.PARTAI GARUDA Drs. H. Abdul Malik Mohamad Razif,
5.PARTAI DEMOKRASI INDONESIA, (PDI) Hj. Mentik Budiwiyono
6.PARTAI PARADE NUSANTARA H. Sudir Santoso, S.H.
7.PNI BERSATU (sebelumnya: PNI Marhaen), Andi Baso Amir, M.B.A.
8.PARTAI REPUBLIKKU Laksdya TNI Purn Wahyu Sasongko S.Sos,
9.PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN, (PDP) H. Roy B.B. Janis, S.H., M.H.

10.PARTAI DEMOKRASI INDONESIA, (PDI) 1973 H. Anjar Asmara
11.PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL, (PPRN) Amelia Yani
12.PARTAI KEADILAN PERSATUAN, (PKP), Meutia Hatta
13.PARTAI MATAHARI BANGSA Imam Addaruqutni
14.PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA, Drs. H. Choirul Anam
15.PARTAI KARYA PEMBANGUNAN BANGSA, Jend. TNI (Purn.) H.R. Hartono
16.PARTAI KONGRES, Zakariani Santoso
17.PARTAI PNI PANCASILA Sukmawati Sukarno
18.PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA, Dr. Daniel Hutapea
19. PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA), Prof. Dr. Ir. Suhardi, M.Sc.
20.PARTAI DEMOKRASI KEBANGSAAN, (dulu Partai Persatuan Demokrasi,
21.PARTAI BARISAN KEBANGSAAN INDONESIA (BARISKI) Dr. Johny M. Hidayat, M.Sc., Ph.D.
22.PARTAI KARYA PERJUANGAN, (PAKAR PANGAN) Jackson A.W. Kumaat
23.PARTAI PEDULI DAERAH (PPD) H. Mohamad Rafi”ie Husein
24.PARTAI PEMBARUAN BANGSA, (PPB) Engelina H. Pattiasina
25.PARTAI BELA NEGARA Eddy Hartawan Siswono
26.PARTAI BINTANG BULAN Hamdan Zoelva, S.H., M.H.
27.PARTAI PATRIOT Yapto Soelistio Soerjosoemarno, S.H.
28.PARTAI KEBANGSAAN Dr. K.R.H. Suprayitno K., M.B.A.
29.PARTAI BINTANG REFORMASI
30.PARTAI SOLIDARITAS NASIONAL Harsono Badai Samodra
31.PARTAI PELOPOR INDONESIA
32. PARTAI KEDAULATAN H. Ibrahim Basrah, S.H.
33. PARTAI INDONESIA SEJAHTERA (PIS) H. Budiyanto Darmastono, S.E.
34. PARTAI SOLIDARITAS BURUH Samuel E.J. Mintje, M.Min.
35. PARTAI PERSATUAN NASIONAL Pius Lustrilanang, S.IP., M.Sc.
36. PARTAI KRISTEN DEMOKRAT Dr. Tommy Sihotang
37. PARTAI BARISAN NASIONAL (BARNAS) Ir. Silo Marbun
38. PARTAI PERSATUAN SAREKAT INDONESIA (PSI)
39. PARTAI KEMAKMURAN Abdul Basit H. Yusuf, S.H.
40. PARTAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) R.M.H. Heroe Syswanto Ns.
41. PARTAI NASIONAL BENTENG KERAKYATAN (PNBK), Eros Djarot
42. PARTAI ISLAM INDONESIA, MASYUMI, Umar Tuasikal, S.H.
43. PARTAI PERSERIKATAN RAKYAT Syaiful Bahari
44. PARTAI REPUBLIKA NUSANTARA (REPUBLIKAN), Letjen.(Purn). Drs. H. Syahrir, M.S.S.E.
45 PARTAI KERAKYATAN NASIONAL Ir. Soebiantoro, S.E.
46. PARTAI NURANI UMAT K.H. Mucharor, A.M
47. PARTAI BERINGIN MUDA Drs. H. Almukmin Ibnu Ali, S.H.,M.H.

Tiga partai menyatakan mengundurkan diri, yaitu

1.Partai Persatuan Umat, K Sutrisno
2.Partai Kasih, William Hasudungan
3.Partai Rakyat Nusantara, Marzuki Usman

Sisa dari 112 parpol baru yang pernah mendaftar, yaitu 62 parpol, tidak jelas kabarnya. Tidak memberitahukan mundur dan tidak menyerahkan data kelengkapan ke Depkum. (ma)

(sumber: konferensi pers Depkum, Rabu, 27/2/08, pukul 24.00 WIB)

Baca Selengkapnya....

Tuesday, February 26, 2008

Langkah Sejarah Partai Demokrasi Pembaruan dengan mendaftar ke DEPHUKHAM

Picasa SlideshowPicasa Web AlbumsFullscreen




Hari yang di tunggu – tunggu datang juga, hari Senin 25 Februari 2008, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) mendaftrakan diri dengan menyerahkan berkas-berkas persyaratan ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (DepHuk dan Ham ). Dari 110 (Clik disini -Lihat Daftar Partai Politik Baru ) PDP mendaftar kan ke Dephukham terdaftar No 18



Kader- kader PDP yang sudah datang dari jam 8 pagi menunggu datang nya Pimpinan Kolektif Nasional yang mengendarai Bus ke Dephukham tiba sekitar pukul 11 siang. Acara yang di meriah kan dengan tarian dan selamat datang dari Bali untuk menyambut Kordinator, Ketua, Seketaris, Bendahara (KKSB) yang mewakili semua unsur PDP seluruh Indonesia. Dua penari Bali yang mengalungkan bunga kepada KKSB PDP di sambut juga dengan iringan musik Bali dan tarian Barongsai yang di kordinir dari PDP DKI Jakarta. Dan juga atraksi debus sumbangan dari PKP Banten.

PDP DKI menyertakan semua perwakilan dari PKK yang ada di DKI Jakarta. PKK Jakarta Barat di bawah kordinasi Ketua PKK Jakarta Barat ,Bendol Jaya, telah mengundang simpati dari rekan – rekan wartawan dengan membawa siswi – siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) Jakarta Barat dan juga ibu – ibu pengajian dari salah satu kecamatan di Jakarta Barat. PKK Jakarta Selatan membawa ibu – ibu binaan PKP yang ikut aktif dalam kegiatan dimana mereka adalah pedagang – pedagang yang berjualan di sekitar kantor PKP. PKK Jakarta Timur membawa ibu - ibu
yang masih aktif dibina oleh PKKc Jatinegara dalam pengetasan buta aksara. PKK Jakarta Pusat dan PKK Jakarta Utara juga tidak ketinggalan membawa pengurus dan kader – kader nya yang sejak pagi sudah setia menunggu PKN tiba di lokasi. PKK Kep Seribu tidak bisa hadir karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk berpartisipasi dalam acara yang dianggap sebagai momen sejarah dari perjalanan PDP nanti nya kedepan. Kehadiran dari rekan – rekan PKP Banten , PKK Depok , PKK Bekasi, Perwakilan dari PKP Lampung, PKP Jawa Barat, PKP Jawa Tengah, PKP Maluku, PKP Kalimantan Barat, PKP Sulawesi dll membuat suasana semakin semarak.

Tim dari PDP kemudian diterima langsung Direktur Administrasi Hukum Aidir Amin Daud yang sudah menunggunya beberapa menit lalu. Tampak juga pengamanan Pamdal Depkum ditingkatkan dan ratusan BMP PDP juga terlibat.

“Hari ini kami serahkan data yang diperlukan untuk kepentingan verifikasi PDP yang terdiri dari 33 Provinsi, 425 kebupaten/kota dan 3.237 kecamatan se-Indonesia,”jelas Sekretaris PLH Didi Supriyanto, SH, sambil memperlihatkan empat lemari besi yang terbagi dalam 33 box berisi data PDP.

Sementara Ketua PLH Roy Janis berharap Depkum dan HAM dapat melakukan verifikasi dengan baik. Diberi kemampuan dan kebijaksanaan sehingga proses verifikasi berjalan dengan semestinya.

“Mudah-mudahan juga banyak partai baru yang lolos sehingga semakin banyak teman kompetisi kami pada pemilu 2009,”papar Roy.

Pada saat memberi kata sambutan, Ir. H. Laksamana Sukardi menegaskan bahwa data-data yang diserahkan ke Depkumham bukan sekedar data.

“Itu merupakan aspirasi jutaan warga PDP yang dititipkan kepada kami. Data tersebut selanjutnya kami serahkan ke Depkum untuk keperluan verifikasi,”ujar Laks.

Yang menarik dari pemberitaan di media – media sudah dapat di tangkap bahwa Pemilu 2009, partai – partai besar akan mendapat kan tandingan dari partai baru yang mendaftar:

1.Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendapat tandingan dari Partai Demokrasi PembaruanPartai GOLKAR mendapat tandingan dari Partai HANURA
2.Partai Kebangkitan Bangsa mendapat tandingan dari PKNU
3.Partai Amanat Nasional mendapat tandingan dari PMB





Baca Selengkapnya....

Tuesday, February 19, 2008

PDP DKI ikut verifikasi DEPHUKHAM



Hari ini di kantor PKP DKI menjadi hari terakhir penyerahan penyempurnaan dokumen yang sudah di serahkan kepada tim verifikasi Nasional di PKN kemarin. Beberapa dokumen yang masih kurang lengkap masih di tunggu oleh tim verifikasi DKI Jakarta dibawah pimpinan Amir Syarifuddin dan tim seketaris (Ali Imran, Ria, Fabian )



Laporan dari Amir Syarifuddin bahwa persyaratan dari DepHukHam yaitu :

1. Penyerahan data dari tingkat Provinsi PDP DKI sudah mendapatkan surat Kesbang dan juga legalisir KTP Ketua, Seketaris dan Bendahara sudah terpenuhi.

2. Quota 50% untuk tingkat Kotamadya dan Kabupaten : DKI Jakarta bisa mewakili 100% dan melampirkan semua persyaratan nya yaitu : PKK Jakarta Utara, PKK Jakarta Timur, PKK Jakarta Barat, PKK Jakarta Pusat, PKK Jakarta Selatan dan PKK Kepulauan Seribu.

3. Quota 25% untuk tingkatan Kecamatan : DKI Jakarta bisa mewakili 70% dari 44 kecamatan 31 kecamatan yang di masukan untuk di verifikasi.

Menurut Amir ada beberapa alasan kenapa PDP DKI tidak mengikuti kecamatan sampai diatas 90% yaitu :

1. Karena untuk menyertakan kecamatan dalam verifikasi harus ada surat keterangan bukti lapor kecamatan. Ini tidak didapat oleh contoh PKKc Kebayoran Baru, Pasar Minggu karena kantor nya beralamatkan di rumah pengurus kecamatan. Kecamatan tidak menerima kalau rumah di pakai sebagai kantor partai dan juga untuk bisnis sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh Perda DKI.

2. Permintaan untuk kepengurusan surat yang tidak beragam dimana di beberapa kecamatan meminta akte pendirian partai yang baru keluar tanggal 7 Februari dan semua surat – surat harus di serahkan tanggal 15 februari. Waktu yang sempit karena masing – masing wilayah berbeda kendalanya, maka yang terlambat memasukan surat – surat ini terpaksa di tinggalkan.

3. Juklak yang ada di kecamatan tidak sama, jadi penjabaran bervariasi sehingga memerlukan waktu untuk melengkapi dalam pengurusan.

Pada hari ini PKK Jakarta Timur membawa surat untuk di lengkapi yang telah di serah kan oleh ketua PKK Jakarta Timur M Syafril kepada wakil seketaris Fabian. Menyusul masih ada kekurangan surat yang dibawa oleh ketua PKKC Cipayung H Mansyur ke PKP.

Selanjutnya PKK Jakarta Pusat yang di wakili oleh seketaris PKK Jakarta Pusat Wahidi, yang menyerahkan surat kesbang yang asli kepada PKP.


Dilanjutkan PKK Jakarta Selatan yang di wakili oleh Ketua PLH Jakarta Selatan , Tato, yang menyerahkan surat PKKc Tebet dan Mampang.

Yang terakhir PKK Jakarta Barat yang diwakili oleh ketua PLH PKK Jakarta Barat Bendol Jaya dan Herman yang menyerahkan 8 kecamatan surat kesabang asli yang diterima oleh Seketaris PKP.

Surat kesbang yang didapat oleh PKP PDP DKI Jakarta adalah surat Kesbang yang ke 14 dari 100 partai yang di harapkan akan mendaftar kan ke Balai kota DKI Jakarta menurut Amir Syarifuddin menutup pembicaraan malam ini karena tim seketariatan ini masih harus menuju PKN untuk menyerahkan dokumen susulan dimana waktu sudah menunjukan angka di jam 00.30 Pagi.


Baca Selengkapnya....

Sunday, February 17, 2008

Promosi PDP Memasuki Musim Verifikasi & Demam Pemilu 2009

Zulkifli A Nasution (Ferry)

Didunia Maya pengguna internet di perkirakan sudah hampir 800 juta orang. Dunia Maya ini sudah menjadi kebutuhan dari pada individual maupun kelompok yang ingin mendapatkan informasi. Beragam informasi ini digunakan untuk keperluan yang beragam. Salah satu nya adalah untuk memperkenalkan suatu produk , jasa melalui mekanisme promosi yang juga dapat disebut dengan Marketing.

Marketing sekarang ini sudah sangat diperlukan di dalam dunia perpolitikan. Dengan mengambil kata Marketing – Politik kita dapat memperkenalkan organisasi kepartaian yang dapat di pahami melalui Visi dan Misi dari partai itu sehingga masyarakat dapat memahami sepak terjang partai itu dan masyarakat dapat memutuskan apakah partai itu patut di ikuti atau di tinggalkan.

Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) memasuki tahun ke 3 dalam perjalanan nya menuju Pemilu 2009, sudah dapat dikatakan masuk dalam TOP 3 dari 100 partai baru di Indonesia. Baca (Click Di bawah) :

Tidak membuat kader- kader PDP jadi berbangga hati, namun harus lebih waspada karena survey ini harus di buktikan nantinya pada saat PEMILU 2009. Penduduk Indonesia yang sudah melebihi angka 200 jutaan ini memang di wakili tetapi kekuatan dari pada sosialisasi nama partai dan gambar harus lebih dini terus di perkenalkan kepada masyarakat.

Di DKI Jakarta, PDP pada tahun pertama memang belum di kenal secara merata. Setelah pendaftaran PDP tanggal 1 Juni 2006, PDP sudah mulai di lirik oleh warga Jakarta karena ada sesuatu yang lain dalam tubuh PDP. Memasuki tahun 2007 PDP menggebrak dengan turun berparstisipasi dengan partai-partai lain menolong warga DKI yang tertimpa Kebanjiran. Lalu PDP mengadakan Gerak jalan di HUT Kota Jakarta yang di ikuti oleh pengurus dan kader yang diperhitungkan sekitar 30, 000 an peserta. Puncak nya di akhir tahun 2007 kembali PDP mengadakan HUT ke 2 PDP di Jakarta yang di ikuti oleh 100 ribu kader PDP dan juga kader dari partai lain (Info hasil pantauan J Osdar, wartawan senior Kompas, yang didapat dari salah satu Kedutaan Besar di Indonesia). Juga Osdar menambahkan bahwa ada partai pemenang pemilu di DKI yang sudah memberitakan bahwa akan mengadakan acara seperti gerak jalan terpaksa batal karena peminat nya / kader nya tidak memenuhi target dari apa yang sudah di canangkan.

Yang menjadi concern dari pada PDP sekarang ini adalah, untuk lebih memperkenalkan PDP kepada khalayak ramai baik dalam negri dan luar negri, harus di lakukan oleh pengurus dan kader PDP sendiri. Media untuk melakukan ini dengan mempromosikan PDP dengan biaya yang sangat murah adalah dengan berinteraksi dengan Dunia Maya (Internet). Kita mencontohkan kepada warga Jakarta yang sudah melek politik dan tidak dapat di sogok dengan, contoh nya dalam setiap Pilkada ada gambar Calon Pilkada, atau Caleg di sablon di setiap sembako ( didalam bungkusan Beras 2 kg, gula 2 kg) yang diberikan kepada para pemilih agar supaya dapat memilih calon – calon yang yang memberikan sembako ini. Seperrti nya era itu sudah lewat, terutama di DKI Jakarta, ya kalau ada di terima tetapi jangan harap mereka akan memilih pasangan itu, karena pemilih – pemilih di jakarta yang rasional sudah tahu siapa yang akan di pilih nya. Setelah reformasi dari Pemilu tahun 1999 dan tahun 2004 ternyata partai baru yang menjadi pemenangnya (Tahun 1999: PDIP) dan Tahun 2004 (PKS&DEMOKRAT). Ini membuktikan bahwa partai baru yang di minati oleh pemilih warga karena mereka menginginkan suatu perubahan.

Kembali lagi kepada PDP dengan hasil survey yang sudah dapat dibaca diatas, kita akan mengambil beberapa cerita dari perjalanan PDP di DKI terakhir ini. Pengenalan PDP sangat lah beragam, sekarang mereka mengenal PDP apabila disebutkan kepanjangan dari PDP masih belum mudeng (istilah Jawa nya). Tetapi kalau kita sebut kan bahwa PDP ini adalah partainya tokoh -tokoh seperti Laksamana Sukardi, Roy BB Janis, mereka langsung tahu. Selain itu apabila disebutkan pecahan dari partai lama (PDIP) mereka juga langsung tahu. Apabila ada yang tahu mengenai PDP karena membaca koran atau mengikuti program TV, mereka juga tidak dapat mengeja nama PDP dengan sempurna, karena terbalik – balik dengan nama partai lama dan baru yang junlah nya sekarang lebih dari 100 buah. Ini perlu sosialisai nama Partai dan Lambang. Sedih nya di Indonesia ini dan juga di ibukota negara kita tercinta ini, masih sangat banyak penduduk Indonesia yang buta aksara (tidak bisa baca dan tulis). Mereka juga warga negara Indonesia yang berhak untuk memilih dalam Pemilu nantinya. Sosialisasi lambang partai ini sangat lah penting, karena pastinya mereka tidak dapat baca dan mereka dapat melihat hanya dari gambar atau lambang partai. Apabila ada warga yang buta aksara dan sudah juga menetapkan untuk memilih PDP sebagai pilihan nanti di Pemilu 2009, tetapi dalam pelaksanaan nya mereka kesaru lambang PDP dengan partai lain yang juga ber ideologi Nasionalis, yang mempunyai lambang banteng yang serupa ini dapat di manfaatkan oleh lawan politik PDP untuk mengarahkan memilih partai diluar PDP.

Ini pentingnya untuk PDP DKI dan juga rekan – rekan PDP diluar DKI untuk berfikir kedepan yang hitungan nya hanya 1 tahun lagi ini, mempergunakan fasilitas internet sebagai media interaksi memperkenalkan website PDP Nasional , Provinsi dan juga membuat website Kotamadya dan Kabupaten juga Kecamatan dan kelurahan. Ini sudah di lakukan oleh PKS dalam promosinya dengan membuat website sampai ketingkat Kelurahan lihat : Click Link PKS .Ini dapat menyebarkan strategi perang dalam Pemilu 2009 nanti yang dapat di dapat selain dari rapat – rapat rutin juga mendapatkan masukan dan juga dapat mengirim kan usulan – usualan yang nantinya baik untuk di kembangkan di wilayah masing – masing. Karena terkadang strategi perang contohnya di kecamatan Kebayoran Baru dan Kebayoran lama saja sudah berbeda, jadi harus benar – benar mendalami karateristik dari masing2 wilayah beserta isinya.

Karena dunia blogger ini sudah merambah dimana – mana dan tidak hanya oleh anak – anak muda, artis- artis, sekarang SBY, Gusdur, Yusril I M , dll sudah mempunyai media ini dan yang membaca dari kaum muda , intelektual, pe business dll. Ini menunjukan bahwa PDP juga harus ikut dalam membuka jendela komunikasi dalam dunia maya ini. Dalam dunia business kita sering saling bertukaran kartu nama agar supaya kita dapat di kenal dan juga business kita akan juga di promosikan secara tidak langsung oleh orang yang kita beri kartu nama. Begitu pula dalam dunia maya ini, kita dapat memperkenalkan PDP dengan cara dan etika yang baik dan dapat di lakukan dengan meninggalkan “komentar dalam setiap tulisan dari yang empunya website atau weblog nya” di kolom pembaca. Contohnya seperti dalam tulisan A fatih Syuhud mengenai Click Demokrasi , dan contoh komentar (No 3) :dapat menceritakan sedikit mengenai PDP dan tinggalkan website anda kalau belum ada bisa pakai website PDP Nasional. Musim verifikasi sudah akan mulai di awal bulan Maret 2008, dan Demam Pemilu akan juga merebak di bulan Juli 2008 sampai Pemilu 2009. Semua yang warga negara Indonesia pastinya akan mencari informasi yang akurat mengenai partai – partai terutama partai baru yang lolos verifikasi dan juga lolos menjadi peserta Pemilu 2009 dari KPU. Persiapan ini jangan di lakukan di last minutes, anggap PDP sudah lolos masuk peserta Pemilu 2009, dan kita siap untuk menjabarkan visi dan misi PDP kepada semua warga negara Indonesia. Pemilih akan juga melihat kinerja dari PDP yang baru berusia 2 tahun tetapi melalui website PDP Nasional, PDP sudah dapat di sejajarkan dengan partai besar dengan kegiatan dan peran aktifnya dalam kancah perpolitikan.

Kemenangan PDP bukan lah kemenangan dari hanya satu atau dua provinsi tetapi kemenangan bersama di 33 Provinsi di Indonesia.Untuk itu melalui dunia maya ini dianjurkan untuk mulai pro aktif mengenalkan atau mensosialisasikan nama Partai Demokrasi Pembaruan dan Lambang Partai PDP. Merdeka








Baca Selengkapnya....

Belajar Ber- Demokrasi - A fatih Syuhud

A fatih Syuhud

A. Fatih Syuhud dalam dunia blog Indonesia sudah sangat dikenal. Fatih bisa di bilang sebagai 10 blogger terbaik di Indonesia. Ini dibuktikan dengan website – website nya yang banyak di kunjungi para pembaca blogger dan juga bervariasi ada dalam bahasa Indonesia http://afatih.wordpress.com/ dan bahasa Inggris http://fatihsyuhud.com/.


Kali ini tim PDP mengambil artikel yang menarik mengenai : Belajar Ber – Demokrasi nya A Fatih Syuhud. Memasuki tahap awal penilaian DepHukHam menuju Pemilu 2009 yaitu musim verifikasi, yang akan berakhir melalui penyerahan data- data partai -partai baru pada tanggal 27 Februari 2008 ini. Artikel ini dapat menjadi pemanasan untuk dibaca dan di pahami oleh seluruh rakyat Indonesia yang ingin keluar dari keterbelitan persoalan multi dimensi persoalan bangsa. Selain itu juga ada link mengenai Demokrasi yang akan menambah wawasan kita sebagai warga negara Indonesia. Artikel ini di copykan dan juga bisa baca langsung ke Website Afatih :

Artikel :


Bangsa Indonesia sedang belajar berdemokrasi. Dikatakan belajar karena baru sejak turunnya Suharto dan ambruknya Orba pada 1998, kita baru mulai berdemokrasi. Kalau 1998 dianggap sebagai lahirnya demokrasi, berarti ia baru berusia sepuluh tahun. Masih baru kelas 4 SD. Karena itu, kita jadi sedang mengeja kata perkata; dan tersendat memaknainya. Termasuk dalam hal ini kita-kita yang pelajar, mahasiswa maupun yang sudah sarjana.Dan karena itu pula kita sering salah kaprah dalam mengamalkan spirit demokrasi.
Inti dari demokrasi adalah (1) pemerintahan oleh rakyat (via pemilu); dan karena itu (2)penguasa terpilih tidak boleh lepas dari dan harus terbuka terhadap kritik pihak yg memilihnya (yaitu rakyat); dalam hal ini kritik rakyat (via media, blog, milis atau sms) dianggap sebagai pilar utama ke-empat demokrasi (the fourth estate of democracy)–di samping eksekutif, legislatif dan yudikatif;(3) freedom of speech/expression yg bermakna rakyat bebas mengatakan / mengutarakan apapun yg mereka mau, selagi hal itu tidak merusak/mengganggu keamanan rakyat yg lain.
Oleh karena itu, spirit demokrasi menuntut penguasa untuk berusaha keras berlapang dada menerima kritik dalam bentuk apapun: konstruktif maupun destruktif; halus maupun kasar; langsung atau “tembak-samping” (minjam istilah Sorimonang).
Itulah konsekuensi seorang pemimpin demokratis: merelakan dan membiasakan perasaan anda menerima apapun yg dikatakan rakyat; membiasakan membuka kuping lebar-lebar terhadap pujian dan makian. bila anda lulus, anda akan jadi pemimpin besar dan seorang demokrat sejati. bila anda tidak kuat dan anda melakukan pelarangan/pemboikotan sana sini, maka anda akan jadi pemimpin kecil dan kerdil yg akan terbenam di kompetisi kepemimpinan nasional kelak.
Di sisi lain, rakyat juga musti tahu diri dalam mengutarakan kritiknya. harus bisa membedakan mana masalah besar dan masalah kecil. mana masalah yg menyangkut kepentingan umum/bersama dan yg pribadi. sebab, bila semua hal (kecil/besar; kepentingan umum/pribadi) kita kritik, kita akan dianggap orang yg cerewet; bukan kritis. bila ini terjadi, maka kredibilitas kitapun akan jadi korban.


Di samping itu, hal yg perlu diperhatikan adalah bahwa kritik umumnya diarahkan ke institusi/lembaga atau penguasa yg memimpin institusi/lembaga itu. kita mengeritik mereka dg alasan yg jelas: krn. mereka langsung atau tidak langsung adalah pengemban amanah rakyat; mereka menjadi manajer dari perusahaan (baca, negara) milik rakyat. dan karena itu, mereka harus mempertanggungjawabkan segala tindakan yg mereka lakukan.


Jadi, yg dikritik bukanlah sesama rakyat. mengeritik sesama rakyat saya kira bukanlah sikap kritis; tapi sikap yg cerewet dan lebih berat ke unsur gosipisme. apapun alasannya. suatu sikap yg selalu dijauhi oleh siapapun yg ingin menjadi intelektual pembawa aspirasi rakyat. karena itu, bila kita hendak mengeritik seorang individu (bukan penguasa) hendaknya langsung diarahkan secara pribadi ke yg bersangkutan tentu dg cara yg baik sesuai dg anjuran agama dan tatanan sosial kita masing2. Kita sering menderngan para dai mengutip sejumlah ayat2 Quran bagaimana cara “menasihati yg baik” antar sesama individu.






Baca Selengkapnya....

Wednesday, February 13, 2008

"Pengajian Politik" Bersama Wartawan Senior KOMPAS, Joseph Osdar

J Osdar





Joseph Osdar (J Osdar), siapa yang tidak kenal dengan tokoh senior dalam hal Junalistik dan juga sebagai wartawan senior dari harian nomor satu di Indonesia KOMPAS. Pada hari selasa 12 Februari 2008, dimana ketua PLH PKP PDP DKI Zulkifli Ferry Nasution mengundang pakar junalistik ini untuk bertandang sekalian melihat rumah rakyat PDP di jalan Mampang Prapatan raya 2 A , Mampang Jakarta Selatan.
Undangan ini hampir tidak terpenuhi di karenakan ada berita duka dari partai PAN dimana ibunda dari ketua Umum PAN meninggal dunia yang tadinya Osdar berfikir kalau yang meninggal itu ketua Umum nya yaitu Soetrisno Bachir. Pada akhirnya v\beliau hadir sekitar jam 10 malam di PKP DKI. Kedatangan beliau juga sudah di tunggu oleh rekan – rekan dari PKP PDP DKI yang hadir : Ketua Bidang Pemenangan Pemilu : Sylvester Matutina, Ketua Bidang Mitra Strategis : R Habib, Ketua Bidang UKM : Nico Hehanusa Seketaris PDP Amir Syarifuddin, Wakil Seketaris : Ali Imran, Subandriya (Ria), Bendahara : Budiman Nugroho, Wakil Bendahara : Toni I & Fernando Relington. Agenda setiap selasa dan Jumat adalah rapat PLH PKP, yang masih membahas penyelesaian verifikasi dan date line yang jatuh pada tanggal 15 Februari 2008.
Tuan rumah pun memperkenalkan Pecel Lele Pembaruankepada tamu kita, dari program UKM yang dibuka didepan PKP DKI. Setelah selesai PKP pun mulai melancarkan pertanyaan yang awal nya berkisar mengenai verifikasi yang banyak menjadi kendala dalam pengurusan surat ke Kesbang dll. Osdar banyak cerita mengenai perjalanan PDP yang menjadi surprised bahwa beliau lebih detail mengatetahui dan juga mempunyai pemikiran dan analisa mengenai PDP yang di harapkan nya akan besar di tahun 2014. Beliau mengenai tokoh -tokoh pendiri partai PDP ini menurut nya sangat lah bagus kombinasinya dari Laks (Laksamana S) dari back ground Banking, Roy BB Janis & Noviantika Nasution yang disebut pemuka (orang) lapangan, Muchtar Buchori (Muhammad Diah), Abdul Majid (salah satu pendiri Bangsa Indonesia), Sukowaluyo, Abdul Kholik (ex Sekjen PKB – Matori A J), dan juga Susilo ketua Unit Kesehatan dan Korwil DKI yang sangat kreatif dalam mengadakan acara- acara dan PKN lain yang tidak disebutkan nya.
Pandangan untuk PDP di tahun 2009 ini menurut Osdar PDP akan menjadi partai baru yang diperhitungkan. Osdar bisa membayangkan dalam verifikasi apabila PDP tidak terverifikasi bagaimana partai lain nya yang juga berjuang untuk lolos di ajang Pemilu. Kenapa Osdar mempunyai harapan yang besar terhadap PDP, karena beliau melihat sendiri dengan gerak jalan yang diadakan di DKI JAKARTA ini PDP mampu untuk menggalang kekuatan dari 100 ribu pengurus dan kader yang hadir dalam acara HUT ke 2 PDP yang di mulai di Bundaran Hotel Indonesia dan berakhir di Monas. Ini dibuktikan di hari yang sama PDP berpaspasan dengan partai pemenang Pemilu 2004 yang dapat dilihat di website ini bahwa peserta PDP terlihat melimpah ruah. Osdar mengatakan juga hanya PDP yang mampu untuk melakukan hal seperti show of force kepada tidak hanya publik di Indonesia tetapi negara – negara Adikuasa juga merekam lebih detail acara gerak jalan yang sangat spektakuler itu. Jadi keberadaan PDP sudah di pantau dan juga dari hasil gerak jalan HUT ke 2 itu menandakan bahwa partai baru pun masih dapat menyaingi partai besar lain nya di Indonesia ini.
Hal lain yang didapati nya dari PDP adalah mengenai sistem dari partai ini yang Kolektif dan menangkis dari pada pengamat – pengamat politik yang memberikan keraguan dengan system yang dipakai oleh PDP, Osdar mengatakan bahwa system in lah yang akan menghapus system feodalisme yang ada di tubuh partai. PDP juga mempunyai peraturan dalam AD/ART yaitu Etika berpolitik yang tidak di punyai oleh partai -partai lainnya. Beliau juga mencerita kan bahwa dalam tugas nya ke luar negri banyak wartawan yang mempertanyakan dari kedua sisi diatas yang dipakai oleh PDP. Dalam argumentasinya wartawan luar negri pun banyak yang terkagum atas system yang di pakai oleh PDP yang dinilai sebagai pencetus Partai Modern di era reformasi. Ini benar – benar modern dilihat dari system koleftif yang tidak men “dewakan” ketua umum nya atau keluarga nya.
Lebih lanjut Osdar banyak cerita mengenai perjalanan nya mendampingi dari Presiden Soeharto, Gusdur, Megawati dan SBY. Kedekatan nya dengan para petinggi PKN di sinyalir oleh banyak rekan – rekan wartawan bahwa Osdar berfihak kepada PDP, namun sebagai seorang profesional dalam bidang nya beliau tidak juga berdiri di sisi PDP. Saya sebagai wartawan harus berdiri di pihak yang membela kepentingan rakyat segitulah rangkuman yang di dapat oleh tim PDP.
Acara berlanjut sampai dini hari jam 2 pagi dan semangat Osdar dengan segudang pengalaman nya membuat PKP PDP DKI meminta lagi wartawan senior ini untuk membuat pencerahan kepada rekan – rekan PKP PDP. Kemungkinan pengajian politik ini ditutup dengan semangat yang menggebu dari PKP PDP dengan step awal Lolos Verifikasi. Hidup PDP

Baca Selengkapnya....

Friday, February 8, 2008

Fernando Relington, Anak DUBES Uzbekistan bergabung di PDP

Wakil Bendahara PLH PKP PDP DKI Jakarta - Fernando Relington S, BBA

Sebagai anggota yang baru bergabung di PLH PKP PDP DKI Jakarta, Fernando Relington S, BBA sudah ikut aktif dalam kegiatan verifikasi PDP DKI. Fernando masih aktif dan menjadi anggota HIPMI DKI Jakarta ini bergabung diajak oleh Fabian Cornelis.

Ayah Fernando yang menjadi pejabat di Department Luar Negri mempunyai pengalaman 10 tahun tinggal di luar negri. Hidup 7 tahun di Thailand, 2 tahun di Australia & 1 tahun di Jepang menambah banyak wawasan yang dapat di bagi nanti nya kepada PDP. Sekarang ayah Fernando masih menjabat sebagai wakil Duta Besar di Uzbekistan. Lulusan BBA Marketing dari Assumtion University, Bangkok, Thailand ini ingin mengembang kan dunia trading dan logistic. Perusahaan yang pernah di kelola nya dengan rekan – rekan dengan bendera PT Tribun One Logistics menjadikan dirinya bertambah yakin bahwa itulah bidang yang akan di gelutinya. Fernando yang diperbantukan di wakil bendahara di PLH PKP DKI Jakarta akan membuka sendiri usaha trading dan logistic nya. Sebagai warga lebak bulus kecamatan cilandak, Fernando juga ingin membantu PKK Jakarta Selatan dalam mengejar ketinggalan - ketinggalan yang masih ada. Fernando akan terus bekerja bersama rekan – rekan yang lain dan berupaya supaya PDP DKI dapat menjadi partai yang di perhitungkan dalam kurun waktu 1 tahun kedepan. Sukses untuk kita semua..!!





Baca Selengkapnya....

Lulusan S2, Amerika menjabat sebagai Ketua PKKC Kebayoran Baru

Ketua PKKc Kebayoran Baru - Imam N, MBA

Acara yang berlangsung di kantor PKKc Kebayoran baru Jl. Cipaku I No 12, kebayoran Baru cukup dipadati oleh undangan dari PKP, PKK & PKKc Kebayoran Baru. Ketua PPKc Kebayoran baru Imam N, MBA, menyelesaikan sekolah nya di University Of Texas, Dallas, dengan major MBA dari Amerika Serikat.

Imam memilih untuk memimpin di Kebayoran Baru ini, memilih menjadi pengurus di Kebayoran Baru dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah ingin dekat dengan masyarakat yang paling bawah. Imam tidak canggung untuk terjun mengunjungi masyarakat dan berkenalan dengan lapisan yang paling bawah. Untuk mendekati masyarkat ini memang diperlukan suatu pendekatan khusus karena masyarakat di kebayoran baru yang terkesan sangat elite agak susah di ajak untuk berpartai kata Imam kepada tim PDP. Namun demikian tekad nya sudah bulat dengan didorong oleh kedua orang tua nya Imam akan terus berjuang membentuk PKKL di 10 kelurahan yang ada di Kecamatan Kebayoran Baru. Imam sekarang masih bekerja di kawasan Jakarta Pusat di PT Sigma IT dan Telekomunikasi. Perkenalan nya bermula dari tante Imam, Jernih, yang sudah lebih dulu masuk ke PDP dari PKK Bekasi.



Baca Selengkapnya....

Rapat Gabungan PKP dgn PKK & PKKc Jakarta Selatan




Hari Jumat 8 Februari 2008, Rapat PKP berpindah ke PKKc Kebayoran Baru, dengan agenda utama Verifikasi. Ini menjadi kan focus dari PKP DKI untuk terus membantu PKK dan PKKc dalam penyelesaian administrasi dalam melengkapi surat – surat yang sudah di berikan dead line penyampaian surat -surat kepada PKN.


PKP yang di haridiri oleh Ketua (Zulkifli A Nasution), Seketaris (Amir Syarifuddin), Bendahara (Budiman Nugroho) PLH PKP, Wakil Seketaris Ali Imran, Wakil Bendahara Endang S & Fernando Relington S, Ketua bidang Pemenangan Pemilu Sylvester Matutina, Ketua Bidang UKM Niko Hehanusa, Ketua Bidang Mitra Strategis (R. Habib)

Perwakilan PKK Ketua PLH Tato, Ketua Pemenangan Pemilu Ruslan S, Iwan dan Dolly S, PKKc Tuan rumah Pkkc Kebayoran Baru yaitu Imam N, MBA & perwakilan dari 7 kecamatan Jakarta Selatan.

Pembahasan seperti yang sudah di utarakan dalam setiap pertemuan verifikasi, dari apa yang di dapat ternyata berlainan dengan permintaan. Penjelasan dari seketaris PKP bahwa pembuatan surat Kesbang ini memang harus di mulai dari kecamatan setelah itu berkas dari PKKc di bawa ke PKK dan selanjutnya dari seluruh PKK baru lah PKP dapat mengajukan surat Kesbann nya. Ini berbeda dengan permintaan sebelum nya dimana masing – masing tingkatan dapat mengurus sendiri – sendiri di PKK maupun di PKKc. Informasi ini terkadang membingungkan karena di masing – masing kecamatan menghadapi kendalayang berlainan. Setelah semua siluruskan maka dead line untuk tanggal 10 februari hanya menyerahkan :

1.Pernyataan Pengurus K,S,B (Ketua, Seketaris dan Bendahara) tidak ikut di partai lain. Ini pun sempat terjadi salah penafsiran karena surat yang diajukan dengan materai Rp 6000 tidak memakai Kop surat PDP di masing – masing tingkatan.
2.Dilegalisir oleh kelurahan setempat.

Untuk selanjutnya pengurusan ke Kesbang harus di bawa :

PKK :

1.Surat keterangan domisili yang sebelum nya harus di urus dari RT ke Rw sebagai pengantar dan diserahkan ke Kelurahan
2.Foto Copy Ketua dan Seketaris (yang ini tidak harus di legalisir)
3.AD/ ART PDP
4.Akte Pendirian Partai
5.Susunan Pengurus Partai (SK)
6.Surat Kesbang PKKc

PKKc :

1.Surat keterangan domisili yang sebelum nya harus di urus dari RT ke Rw sebagai pengantar dan diserahkan ke Kelurahan
2.Foto Copy Ketua dan Seketaris (yang ini tidak harus di legalisir)
3.AD/ ART PDP
4.Akte Pendirian Partai
5.Susunan Pengurus Partai (SK)
Selain yang diatas bisa di baca juga Tips Menyiapkan Verifikasi Yang Mudah dan Cepat

Baca Selengkapnya....

Sekjen Pusat Kembang Latar yang bergabung dengan PDP

Ruslan Amsari Samosir - Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PKK PDP Jakarta Selatan

Kembang Latar yang merupakan ormas di Jadodetabek sudah mempunyai banyak pengikut contohnya saja di Jakarta Selatan yang ber KTA sudah ada 6000 anggota.
Jumlah nya semakin bertambah banyak pada saat pemilihan calon DPD di DKI Jakarta Kembang Latar mendukung calon nya Ibu Vivi Effendi dan suara yang tergalang cukup signifikan yaitu 87, 000 dan mendapatkan urutan no 7. Itu diungkapkan oleh Ruslan Amsari Samosir yang menikah dengan mendapatkan istri dari tanah Betawi. Bapak 2 anak ini juga sebagai Dekel di Pondok Pinang, Kebayoran Lama sampai tahun 2011. Ruslan menjelaskan bahwa Kembang Latar ini berbeda dengan Bamus yang ada di tanah Betawi. Organisasi ini adalah organisasi multi etnik dan multi agama. Ruslan di PKK PDP Jakarta Selatan di percaya untuk duduk sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu. Dengan berbekal pengalaman organisasi selain sebagai sekjen di pusat (DPP) dan juga pernah berada dalam organisasi pramed (Persatuan Anak Medan) dan IKGR, Ruslan meyakinkan akan menggalang banyak simpatisan yang bergabung dengan PDP. Ruslan pun berharap akan bekerja dengan rekan – rekan PDP Jakarta Selatan memperoleh kursi di DPRD Insya Allah akan mendapatkan 6 kursi kata nya kepada Tim PDP DKI yang meliput wawancara ini. Amien..

Baca Selengkapnya....

Tato Siap membesarkan PKK PDP Jakarta Selatan

Ketua PLH PDP Jakarta Selatan - TATO


PKK PDP Jakarta Selatan yang berkantor di Jl. KH. Abdullah Syafiie No 26 B (Jl Casablanca) cukup berbangga dapat berjajar di jalan yang sama dengan kantor partai lama seperti DPP Partai FBR, DPP partai Matahari Bangsa (PMB – pecahan dari PAN), DPD partai HANURA (partai nya Wiranto), kata Ketua PLH PKK PDP Jakarta Selatan Tato. Tato sendiri sebelum menjadi ketua PKK PDP Jakarta Selatan sudah mengikuti jalan nya PDP di DKI dengan ikut sebagai kader.

Awalnya mengenal PDP dari Verry Haris yang pada waktu itu menjabat sebagai ketua PKKc Cilandak. Dan perkenalan dengan & pertemanannya dengan Verry Haris yang sekarang sebagai seketaris PLH Jaksel, bermula gara - gara mobil Tato menabrak mobil Verry Haris dan sampai sekarang sudah 15 tahun mereka berteman. Sebenarnya Tato sudah mengenal lebih dalam mengenai PDP pada saat ikut Verry keliling dalam acara – acara yang di lakukan oleh PDP DKI yaitu acara deklarasi PDP DKI di tugu proklamasi 23 Juli 2006. Dengan berbekal pengalaman yang ada, bapak dari 3 anak ini bertekad membesarkan PDP khusunya di Jakarta Selatan. Bekerja dan mendapat pengalaman dengan Multi Nasional Company seperti di PT Unilever Indonesia selama 10 tahun, Standard Chartered & Distribution BAT & Nestle Products, Tato berniat untuk menerapkan ilmu yang di dapat nya saat bekerja. Ditambah dengan pengalaman di KNPI sebagai wakil ketua Jakarta Timur dan MKGR di Dept Generasi Muda MKGR, menambah tekad nya untuk mengabung kan kemampuan nya membina PKK PDP Jakarta Selatan. Sekarang ini bekerja Tato sebagai wiraswasta. Menjalan kan partai memang tidak semudah menjalan kan roda organisasi lain nya. Perlu ada nya kesabaran dalam menjalan kan partai dan juga harus mengerti karakter pengurus – pengurus yang bergabung dengan latar belakang yang berbeda – beda. Tekad nya dalam waktu dekat mengurusi intern PKK dan juga menyelesai kan PR yang di berikan baik dari tingkatan PKN melalui kepanjangan tangan PKP. Tato yakin bahwa PKK Jakarta Selatan ini akan besar, karena pengurus PKN seperti Laksama Sukardi dan Roy BB Janis berada di Kecamatan Kebayoran Baru, Sukowaluyo M R di kecamatan Pasar Minggu, Noviantika Nasution di Kecamatan Cilandak yang dapat menjadi inspirasi untuk bekerja lebih keras lagi. Bravo..!!






Baca Selengkapnya....

Wednesday, February 6, 2008

Menjadikan Kepengurusan PDP DKI Solid & Kuat

Zulkifli A NAsution (Ferry)

Untuk menyukseskan suatu organisasi kepartaian memang secara tidak langsung harus mempunyai susunan KKSB (Kordinator, Ketua, Seketaris, Bendahara) yang solid dan kuat dari tingkatan PKP , PKK, PKKc, Pkkl. KKSB ini sebagai pemicu atau sebagai jantung dalam tubuh dari organisasi. Apabila jantung kita lemah maka kondisi dari organisasi itupun akan ikut melemah dan akhirnya akan mati.


Kita tahu bahwa partai ini seperti orang sedang pacaran saja, pada waktu jadian itu indah tetapi dalam mempertahankan cinta atau mempertahan kan kepengurusan yang ada tidak lah mudah. Kendala yang terjadi di tiap tingkatan hampir sama yaitu kebersamaan yang belum di dapat. Ini wajar saja karena kepengurusan akan solid dan utuh apabila ada suatu energi kebersamaan yang memang ingin di ciptakan dengan menanggalkan kepentingan perseorangan dan juga emosi kekuasaan yang berlebih. Apabila itu didapat saya rasa kepengurusan akan jalan dari setiap tingkatan. Saya percaya dengan kokoh nya kepengurusan di tingkat PKP akan membuat solid kepengurusan di tingkat PKK dan kesolidan pengurus di tingkat PKK akan membuat PKKc akan menjadi lebih kuat dan seterusnya. Memang karateristik pengurus di wilayah DKI Jakarta yang terbagi menjadi 5 Kotamadya dan 1 Kabupaten sangat lah berbeda. Bukan itu saja dalam satu wilayah misalkan Jakarta Selatan, karakter dari pengurus di kecamatan dan juga kader – kader PDP berbeda dengan pengurus lainnya. Ini dapat dimaklumi karena warga DKI Jakarta adalah warga pendatang yang menetap dan bersosialisasi yang tidak juga membuang karakter dari asal daerah asal mereka masing – masing. Kebanyakan pengurus PDP berasa dari suku Jawa, Batak, Padang, Ambon dan lain lain. Ada hal lain yang juga terkadang menjadi concern dari pada pengurus ditingkatan PKP mungki juga dapat di cermati oleh PKN yaitu sebagai contoh yang simple saja, dari laporan pada saat Rakerprov PDP DKI di Jakarta waktu lalu, pengurus dan kader di salah satu kecamatan di Jakarta barat ingin merasa di hargai dengan mendapat kan kaos PDP yang dikeluarkan pada saat pertama kali di cetak, yaitu ada tanda sablonan Pembaruan disamping kiri dan juga bervariasi hiasan dan tulisan PDP. Pengurus lain nya juga mulai melirik wilayah – wilayah di DKI yang memang sudah memakai seragam PKKc yang dibuat khusus oleh masing – masing wilayah kecamatan maupun dengan bantuan dari PKP maupun PKK nya, dan berkeinginan yang sama untuk dapat tampil beda dan berbangga membawa wilayah nya ke arena acara -acara PDP maupun ke pada publik.

Yang mulai dapat mengkuatirkan kebersamaan pengurus dalam waktu dekat ini adalah, karena sudah memasuki bulan ke 2 tahun 2008 mendekati musim verifikasi dan juga masuk ke dalam musim Pemilu nantinya, pengurus sudah mulai gelisah dengan keberadaan mereka seandainya PDP ini lolos verifikasi dan juga lolos di KPU nantinya. Pertanyaan nya sangat lah klise dimana posisi DPR dan DPRD yang menjadi tumpuan sudah ada di plupuk mata para pengurus karena melihat PDP ini menjadi 3 besar partai baru (dari 92 partai baru yang mendaftar) dari pooling Indobarometer nya M Qudori. PKP pun berusaha untuk tidak menjawab dan menyarankan untuk bekerja saja dulu karena keputusan akan di turunkan dari PKN. Tak kalah penting nya kalau PDP lolos mereka yang sudah bekerja juga meminta jaminan kalau mereka akan didahulukan dari orang – orang yang akan datang pada waktu “nasi sudah masak” (meminjam dari istilah pak Susilo). Memang sedih melihat partai – partai lainnya yang membuang kader- kadernya yang membangun partai dengan susah payah dan pada akhirnya tersingkir karena ada kader baru yang datang dengan membawa segudang uang dan juga konsep – konsep yang belum tentu dapat diterapkan di arena perpolitikan partai. PKP sendiri akan mencari metode yang terbaik dengan bertanya kepada senior di PKN mengenai hal – hal seperti ini. Mungkin ini harus di buat suatu strategi yang baik untuk dapat menjaga kader-kader PDP tidak lompat kandang. Ketidak pastian dari kebijakan yang ada akan membuat PDP sendiri yang merugi dimana kader – kader kita di DKI sudah terjun dalam arena latihan berpolitik dan paling tidak sudah mempunyai ilmu tading politik.

Tambahan lainnya ada pertanyaan dari pada kader yang ingin bergabung ke PDP, juga susah untuk di jawab dimana mereka akan bergabung apabila tahu PDP akan mendukung siapa. Pastinya mereka juga seperti warga lain nya yang tidak mau beli kucing dalam karung, dimana mereka mau tahu siapa yang akan di jagokan oleh mereka. Pertanyaan siapa yang akan diusung oleh PDP untuk menjadi Presiden dan wakil Presiden itu juga yang menjadi hal yang belum dapat diungkap kan sekarang ini.

Baca Selengkapnya....

Laporan Tim Verifikasi : Menuju 100% Verifikasi



Bennie S dan M Rafik

Laporan dari ketua tim verifikasi Bennie Sujanto dan wakil ketua M Rafik dalam rapat PLH sudah di buat dalam tabel beserta data – data yang harus di lengkapi, contohnya sebagai berikut di bawah ini : (Click dan perbesar pecentasenya ke 200%-untuk dapat di lihat)

Daftar Pengurus PDP DKI Jakarta


Persiapan verifkasi yang ditentukan batas waktunya oleh Dephukham dalam penyerahan kesiapan pendaftaran partai -partai baru memicu adrinalin seluruh pengurus PDP khususnya dari tingkatan PKN (Nasional ) sampai tingkat Pkkc (Kecamatan). Dimana laporan yang terjadi di lapangan dari Ketua PKK Jakarta Barat , Bendol Jaya & PKK Jakarta Selatan, Tato, memang lain dengan apa yang di dapat dari pemaparan PKN pada saat Rakerprov ke 2 PKP DKI di Jakarta. Salah satunya yang di minta oleh kotamadya maupun kecamatan adalah foto copy Akte Pendirian Partai, selain AD/ART yang juga tidak ada dalam prasyarat mengajukan surat lapor untuk mendapatkan surat Kesbang. KTP yang di legalisir pun ada tanggapan yang beragam karena kedekatan dengan lurah masing – masing wilayah akan mempermudah pengurusan kalau tidak harus mengogoh kocek juga paling tidak sebagai balasan uang lelah. Fenomena seperti ini dialami di DKI Jakarta, yang lucunya semakin ke tingkat kecamatan semakin besah uang lelah nya, dan ada juga alasan yang dibuat untuk uang sumbangan. Ujung – ujung nya kalau tidak kasih uang sumbangan pastinya akan lama dikeluarkan surat itu. Adapun kepengurusan yang ada di PKP sekarang ini melebur semuanya menjadi KORWIL berdasarkan KTP yang di punyai oleh anggota masing – masing. Jadi KKSB dan wakil – wakilnya , maupun ketua – ketua bidang semua sudah ikut membantu untuk mensukseskan masuk nya musim verifikasi ini. Hampir semua partai pun (terutama partai baru) disibukan dengan keluar masuk ke kecamatan dan kekelurahan yang membuat semua ber konsentrasi untuk mendapatkan surat2 yang di syaratkan oleh Dephukham ini. PKP terus juga dengan cara menelpone PKK dan juga PKK menjagai PKKc dalam hal perolehan surat – menyurat ini agar segera tuntas. Otomatis rekan – rekan semua yang juga status nya sebagai pegawai di pagi sampai sore hari harus begadang dalam mengurus data – data yang tertinggal. Yang menjadi kendala biasa nya data ini karena KTP pengurus yang sudah pindah alamat dan juga ada yang habis masa berlakunya dan kepengurusan yang berganti jadi harus di rubah SK nya. Perubahan ini banyak dialami di PKKc. Untuk merubah ini diperlukan waktu karena pengurus PKKc harus berapat Pleno dan terkadang tidak terselesaikan hanya dalam 1 kali rapat saja. Namun demikian ada istilah The Show Must Go On kericil – kerikil yang menghalau semua nya akan di terjang oleh PDP DKI dan Insya Allah PDP DKI akan juga lolos dalam verifikasi nantinya.




Baca Selengkapnya....

Monday, February 4, 2008

Menuju Verifikasi 2008 - PDP DKI JAKARTA

PKP-PDP-DKI-JAKARTA

Berita dari Website PDP NASIONAL :

Tim Verifikasi Internal Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) memaklumatkan kepada seluruh jajaran Pimpinan Kolektif Provinsi PDP se-Indonesia agar segera mengantar dokumen yang diperlukan sebagai berikut, ke kantor PKN PDP, di Jalan Sisingamangaraja No. 21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


1. Surat Keterangan (asli) dari Kesbang Provinsi/ Kabupaten untuk PKP dan PKK dan surat keterangan dari Kecamatan untuk PK Kecamatan.

2. Surat pernyataan (asli) sebagai pengurus PDP dan tidak sedang menjadi pengurus partai lain masing-masing untuk Ketua PLH, Sekretaris PLH dan Bendahara (KSB).

3. Foto Copy KTP dari KSB dari PKP, PKK dan PK Kecamatan

4. Surat keterangan domisili kantor PKP dan PKK (bagi yang belum melengkapi).

5. Surat keterangan status kantor PKP dan PKK (bagi yang belum melengkapi).

6. Alamat Pimpinan Kolektif Kecamatan (bagi yang belum melengkapi).

7. SK PK Kecamatan (bagi yang belum melengkapi).


Semua dokumen yang diperlukan di atas harus sudah diterima tim verifikasi internal sebelum tanggal 15 Pebruari 2008.
Selain itu, untuk keperluan pengecekan, dokumen-dokumen yang diperlukan tersebut harus dibawa sendiri oleh salah seorang KSB dari Pimpinan Kolektif Provinsi ke Jakarta, tidak boleh melalui pos atau titipan apa pun.
Demikian maklumat ini dikeluarkan untuk dijadikan pegangan dalam menyiapkan verifikasi. (*)
Artkel terkait verifikasi:

Adapun informasi yang terkait dengan prasyarat menuju verifikasi dapat di click di bawah ini :

1. Tentang Verifikasi

2. Jadwal Kegiatan Verifikasi

3. Contoh Surat ke Kesbang-Kecamatan

Baca Selengkapnya....

Saturday, February 2, 2008

Banjir dan Janji Kampanye


Foto Banjir Tahun 2007

Banjir melanda Jakarta. Jakarta lumpuh karena banjir. Jakarta langganan banjir. Tiga judul yang memang selalu menghiasi halaman head line koran pagi kita sewaktu kita sedang membaca koran pagi seperti Kompas, Rakyat Merdeka, Indo Pos dll.

PDP DKI tahun lalu dengan segenap kemampuan pengurus dan kader PDP ikut terjun membantu warga yang membutuhkan pertolongan. Posko banjir yang terparah di tempatkan di Jatinegara depan sekolah katholik di pinggir jalan raya. Unit kesehatan PDP bermukim hampir 2 minggu untuk membantu warga dari segi pengobatan, operasi maupun penyediaan makanan instan. Hari senin kemarin 1 Februari 2007, Jakarta kembali lumpuh dengan datang nya banjir Baca KOMPAS dan Rakyat Merdeka 1.Kita kembali kemasa kampanye Gubernur DKI Jakarta antara pasangan Adang Daradjatun dan Dani versa Fauzi Bowo dan Prijanto. Janji dari gubernur terpilih Fauzi Bowo dan Prijanto dengan kinerja 100 kerja nya belum membuahkan hasil yang dapat dikatakan masuk kategori Grade C (Skala A = Terbaik). Kenapa demikian kita bisa melihat semakin morat maritnya kota Jakarta dengan master plan yang tidak jelas dan juga sampai sekarang pemaparan nya terlalu luas dan berkesan hanya teori saja tanpa solusi yang tepat. Khusunya mengenai banjir dimana perekonomian hanya gara2 hujan sehari terhenti sampai – sampai Presiden SBY harus numpang mobil yang lebih tinggi untuk berangkat ke kantornya di Jl Merdeka karena terjebak banjir. Fenomena semacam ini jangan dianggap enteng oleh pemerintah DKI Jakarta, harus ada solusi nya. Memang PDP pun juga tahun kemarin mendukung kampanye Adang dan Dani dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta dan juga harus bersikap satria dengan kemenangan dari Fauzi bowo dan Prijanto. Namun suara kemenangan yang hitungan sangat lah tipis karena pendukung Adang juga optimis tadinya berkeinginan untuk merubah wajah kota Jakarta yang di hantui oleh banjir ditangan orang baru, semakin bertambah kecewa, kawatir akan kinerja 5 tahun kedepan dari Fauzi dan Prijanto. Memang penanganan banjir yang di langsirkan dalam janji – janji kampanye akan di benahi dalam waktu 3 tahun, dengan melihat kesigapan dari tim Fauzi bowo warga Jakarta mulai meragukan karena sampai banjir itu datang pun masyarakat yang membenahi persoalan mereka masing – masing tanpa bantuan dari pemerintah setempat. Masyarakat tidak lagi bisa di bodohi dengan janji – janji karena terbukti nya dari siaran misalkan Indosiar sampai malam pun tidak ada yang menolong orang yang terkena jebakan banjir , apalagi transportasi lumpuh dan tidak ada solusi hanya di biarkan saja warga menyelesaikan persoalan sendiri. Sampai ada ibu yang harus berjalan kaki pulang 5 jam lamanya dari kantor menuju rumah, orang tua dan anak – anak yang ketakutan antara harus mengungsi atau menjaga barang – barang mereka, kegiatan ekonomi stop dan mereka yang mengharapkan rezeki di hari per hari harus berpuasa karena tidak tahu harus melakukan apa. Itu semua terlihat dari wawancara di media televisi nasional selain Indosiar, SCTV, RCTI, ANTV dll.

Janji kampanye yang di kutip dari debat calon gubernur di SCTV pada waktu lalu mengulas mengenai persoalan banjir yang menghantui Jakarta optimistis dapat diselesaikan Fauzi-Prijanto. Salah satu langkah yang diambil adalah menyelesaikan proyek banjir Kanal timur dan normalisasi banjir kanal barat. "Fauzi Bowo mampu menyelesaikan [banjir] dalam tiga tahun ke depan," kata Idrus Marham, tim sukses Fauzi-Prijanto dalam Topik Minggu Ini, Rabu (25/7).
Menurut anggota tim sukses Adang, Igo Ilham, menilai langkah penanganan banjir Fauzi Bowo adalah konsep lama yang di paparkan pada saat Fauzi bowo masih menjadi wakil gubernur di masa gubernur Sutiyoso. Menurut Igo, inti masalah banjir kanal timur adalah pembebasan tanah yang belum kelar, bahkan menjadi soal dari tahun ke tahun. "Desain itu tak akan pernah selesai kalau manusia yang ada dalam sistem pemerintahan tak berubah baik secara pikiran atau kultur," kata dia. Lebih jauh Igo mengatakan, optimitsis penyelesaian banjir dalam jangka tiga tahun oleh Fauzi adalah lips service . Namun penilaian itu dibantah Idrus Marham. Menurut dia, jagoannya merupakan ahli dalam tata kota. "Jadi yang baru pasti perlu belajar dan belajar perlu waktu yang lama. Jakarta tidak ingin menunggu," kata Mansur.
Pada masa kampanye Warga sempat kebingungan untuk memilih apakah Ketegasan yang ada dalam kharismatik sosok Adang Daradjatun atau Fauzi bowo seseorang yang mempunyai keahlian dalam tata kota ?. Kesuksesan 2 gubernur Ali Sadikin dan Sutiyoso tidak memecahkan masalah banjir yang ada sekarang ini. Tetap saja tanggung jawab yang di berikan dari warga Jakarta kepada tim Fauzi bowo harus direalisasikan jangan hanya konsep – konsep saja. Keberanian memutuskan suatu wacana besar contoh nya penyelesaian banjir Kanal Timur dan Barat harus dibentuk tim yang solid dan serius. Apabila perlu belajar ke seberang dengan tehnologi yang canggih sampai ke Negri Perancis yang menambah juga dengan mengolah air kotor (seperti ciliwung ) menjadi air yang kembali bersih dan dapat di pakai untuk sarana wisata kota. Dengan APBD sampai lebih dari 21 triliun DKI Jakarta harusnya bisa benar – benar menjadikan kota metropolitan. PDP DKI sekarang ini ikut prihatin melihat warga Jakarta yang semakin terhimpit dengan bertambah susah nya hidup di kota Jakarta. PDP DKI berharap dapat ikut membenahi kota Jakarta apabila mendapatkan amanah nanti di PEMILU 2009 apabila orang – orang yang terbaik dari PDP DKI akan duduk di DPRD DKI Jakarta. Memimpin kota Jakarta yang menjadi barometer dari Negara Indonesia ini memang tidak bisa kalau tidak di kerja kan dengan Team Work (kerja bersama). Harapan dari PDP DKI adalah kerja sama antara partai – partai politik dan juga pemerintah DKI sangat lah di harapkan untuk duduk bersama menyelesaikan PR yang tidak pernah selesai. Skala prioritas dari kinerja pemerintah harus di sikapi dan peran serius dari tim Fauzi bowo juga harus dibuat dengan lapisan – lapisan dari atas sampai ke bawah.


Baca Selengkapnya....