SELAMAT DATANG di Rumah Rakyat"PDP DKI Jakarta" Jl.Mampang Prapatan Raya No 2A, Mampang, Jakarta - Selatan. Merdeka..Merdeka..Pembaruan..Jaya..PDP..Menang..Bergerak Bersama Rakyat

Wednesday, February 6, 2008

Menjadikan Kepengurusan PDP DKI Solid & Kuat

Zulkifli A NAsution (Ferry)

Untuk menyukseskan suatu organisasi kepartaian memang secara tidak langsung harus mempunyai susunan KKSB (Kordinator, Ketua, Seketaris, Bendahara) yang solid dan kuat dari tingkatan PKP , PKK, PKKc, Pkkl. KKSB ini sebagai pemicu atau sebagai jantung dalam tubuh dari organisasi. Apabila jantung kita lemah maka kondisi dari organisasi itupun akan ikut melemah dan akhirnya akan mati.


Kita tahu bahwa partai ini seperti orang sedang pacaran saja, pada waktu jadian itu indah tetapi dalam mempertahankan cinta atau mempertahan kan kepengurusan yang ada tidak lah mudah. Kendala yang terjadi di tiap tingkatan hampir sama yaitu kebersamaan yang belum di dapat. Ini wajar saja karena kepengurusan akan solid dan utuh apabila ada suatu energi kebersamaan yang memang ingin di ciptakan dengan menanggalkan kepentingan perseorangan dan juga emosi kekuasaan yang berlebih. Apabila itu didapat saya rasa kepengurusan akan jalan dari setiap tingkatan. Saya percaya dengan kokoh nya kepengurusan di tingkat PKP akan membuat solid kepengurusan di tingkat PKK dan kesolidan pengurus di tingkat PKK akan membuat PKKc akan menjadi lebih kuat dan seterusnya. Memang karateristik pengurus di wilayah DKI Jakarta yang terbagi menjadi 5 Kotamadya dan 1 Kabupaten sangat lah berbeda. Bukan itu saja dalam satu wilayah misalkan Jakarta Selatan, karakter dari pengurus di kecamatan dan juga kader – kader PDP berbeda dengan pengurus lainnya. Ini dapat dimaklumi karena warga DKI Jakarta adalah warga pendatang yang menetap dan bersosialisasi yang tidak juga membuang karakter dari asal daerah asal mereka masing – masing. Kebanyakan pengurus PDP berasa dari suku Jawa, Batak, Padang, Ambon dan lain lain. Ada hal lain yang juga terkadang menjadi concern dari pada pengurus ditingkatan PKP mungki juga dapat di cermati oleh PKN yaitu sebagai contoh yang simple saja, dari laporan pada saat Rakerprov PDP DKI di Jakarta waktu lalu, pengurus dan kader di salah satu kecamatan di Jakarta barat ingin merasa di hargai dengan mendapat kan kaos PDP yang dikeluarkan pada saat pertama kali di cetak, yaitu ada tanda sablonan Pembaruan disamping kiri dan juga bervariasi hiasan dan tulisan PDP. Pengurus lain nya juga mulai melirik wilayah – wilayah di DKI yang memang sudah memakai seragam PKKc yang dibuat khusus oleh masing – masing wilayah kecamatan maupun dengan bantuan dari PKP maupun PKK nya, dan berkeinginan yang sama untuk dapat tampil beda dan berbangga membawa wilayah nya ke arena acara -acara PDP maupun ke pada publik.

Yang mulai dapat mengkuatirkan kebersamaan pengurus dalam waktu dekat ini adalah, karena sudah memasuki bulan ke 2 tahun 2008 mendekati musim verifikasi dan juga masuk ke dalam musim Pemilu nantinya, pengurus sudah mulai gelisah dengan keberadaan mereka seandainya PDP ini lolos verifikasi dan juga lolos di KPU nantinya. Pertanyaan nya sangat lah klise dimana posisi DPR dan DPRD yang menjadi tumpuan sudah ada di plupuk mata para pengurus karena melihat PDP ini menjadi 3 besar partai baru (dari 92 partai baru yang mendaftar) dari pooling Indobarometer nya M Qudori. PKP pun berusaha untuk tidak menjawab dan menyarankan untuk bekerja saja dulu karena keputusan akan di turunkan dari PKN. Tak kalah penting nya kalau PDP lolos mereka yang sudah bekerja juga meminta jaminan kalau mereka akan didahulukan dari orang – orang yang akan datang pada waktu “nasi sudah masak” (meminjam dari istilah pak Susilo). Memang sedih melihat partai – partai lainnya yang membuang kader- kadernya yang membangun partai dengan susah payah dan pada akhirnya tersingkir karena ada kader baru yang datang dengan membawa segudang uang dan juga konsep – konsep yang belum tentu dapat diterapkan di arena perpolitikan partai. PKP sendiri akan mencari metode yang terbaik dengan bertanya kepada senior di PKN mengenai hal – hal seperti ini. Mungkin ini harus di buat suatu strategi yang baik untuk dapat menjaga kader-kader PDP tidak lompat kandang. Ketidak pastian dari kebijakan yang ada akan membuat PDP sendiri yang merugi dimana kader – kader kita di DKI sudah terjun dalam arena latihan berpolitik dan paling tidak sudah mempunyai ilmu tading politik.

Tambahan lainnya ada pertanyaan dari pada kader yang ingin bergabung ke PDP, juga susah untuk di jawab dimana mereka akan bergabung apabila tahu PDP akan mendukung siapa. Pastinya mereka juga seperti warga lain nya yang tidak mau beli kucing dalam karung, dimana mereka mau tahu siapa yang akan di jagokan oleh mereka. Pertanyaan siapa yang akan diusung oleh PDP untuk menjadi Presiden dan wakil Presiden itu juga yang menjadi hal yang belum dapat diungkap kan sekarang ini.

No comments: